>PENGARUH MISTERIUS PIRAMIDA (Bagian II)

>DR. BRUNTON BERTEMU MAHLUK HALUS DALAM PIRAMIDA

Pengaruh “Piramida memang misterius, karena tidak hanya dapat menyembuhkan, tetapi juga dapat dijadikan tempat untuk “menghubungi dunia sana” jika memang dikehendaki. Salah satu pengalaman adalah yang dialami sendiri oleh Dr. Paul Brunton. Siapakah Paul Brunton ? Bagi para penghayat kebatinan yang sering membaca, nama tersebut tidak asing lagi.Paul Brunton yang dilahirkan tahun 1898 di London adalah orang Barat yang secara serius dan mendalam mempelajari perbandingan agama, filsafat, kebatinan, dan mengadakan perjalanan keliling di Timur sepertI India, Himalaya, Mesir, dan sebagainya. Dan dia sendiri juga menyatakan dirinya sebagai penghayat kebathinan. Buku-bukunya diterjemahkan dalam berbagai bahasa. Dalam tulisan kali ini, penulis akan megutipkan beberapa hal yang dialami oleh Paul Brunton di dalam piramida di Gizeh, Mesir serta pengalaman pribadi penulis di dalam piramida di Indonesia . DIALOG BRUNTON DENGAN MAHLUK HALUS Dengan tekad bulat, didahului puasa tiga hari, Dr.Paul Brunton selama dua belas jam (malam hari) berada di dalam piramida Gizeh di Mesir. Inilah kisah nyata : Semenjak pintu masuk, Brunton hanya menemui tikus, cecak dan kalong. Kemudian ditentukannya tempat untuk meditasi yaitu yang oleh para ahli Mesir (Egyptologist) disebut : kamar Raja (King’s chamber). Catatan penulis : para pendiri asli piramida, tidak pernah memberi nama yang demikian kepada kamar tersebut. Dengan mempergunakan batere (senter), Brunton mulai melepaskan sepatunya, jasnya, tempat air minum, dan buku catatannya serta penanya. Kemudian dimatikannya batere, Gelap gulita. Pertama -tama yang dirasakannya adalah kesunyian yang mengandung (rasa batin) psychis. Dimulailah meditasi, tanpa pra-konsepsi, tanpa prasangka. Lambat laun tanpa aliran pikiran mulai memasuki kekosongan. Hanya kesunyian merajai Piramida. Kemudian dirasakannya adanya kekuatan yang meliputi ruangan tersebut seperti halnya yang dapat dirasakan oleh manusia-manusia yang peka pada rumah-rumah tua yang “Berpenghuni”. Lambat tetapi konstan, mulai muncul sesuatu yang “hidup”, yang nyata. Juga terasa bertambah dinginnya hawa dalam ruangan tersebut. Hal itu masih hanya dirasakan adanya. Paul Brunton lebih lagi “memasuki (mendalamkan) dirinya sendiri”, muncullah (setelah tuned-in / terbuka) bentuk mahluk-mahluk yang berwajah seram dan memperlihatkan wajah yang bermusuhan kepadanya. Muncul bayangan-bayangan mondar-mandir, sekalipun gelap gulita yang berarti tidak mungkin ada bayangan !Suatu lingkaran mahluk-mahluk halus yang memusuhi Brunton melingkari Brunton! Mahluk-mahluk tersebut mengancam Paul dengan berbagai cara yang seram-seram. Tetapi Dr. Paul Brunton tetap pada pendiriannya, akan meneruskan “Perjalanannya itu”. Saya tidak akan pernah berusaha mengulangi pengalaman tersebut, “demikian antara lain Paul Brunton setelah menulis bukunya” A SEARCH IN SECRET EGYPT.Keadaan seram itu berakhir mendadak dengan munculnya mahluk lain yang berwajah welas asih dan berdiri di pintu masuk ruangan tersebut Brunton tidak mengetahui berapa lama sudah dilewatinya. Mahluk tersebut mendekati tempat bersemedi, dan ternyata dibelakangnya ada “seseorang” yang mengikutinya. Mahluk tadi mulai mendekati wajah Brunton dan bertanya “mengapa anda kemari mencari kekuatan rahasia; bukankah dengan cara manusia di dunia sudah cukup?” Brunton mendengarkannya tanpa panca inderanya. Brunton menjawab “tidak cukup!””Kembalilah ke alam anda”, demikian anjuran mahluk tersebut. Tapi Brunton tetap menjawabnya : “Saya harus mengikuti jalan ini. Sekarang tak ada hal lain untuk saya”. Mahluk itu mengatakan “Mereka yang menghubungi kami, kehilangan hubungan dengan dunia fana. Apakah anda dapat berjalan sendiri” Brunton : “Saya tidak tahu”. “Jika demikian, baiklah anda telah memilih dan tak ada jalan kembali (No Recall). Selamat tinggal”, demikian penutup dialog dengan mahluk pertama dan pergilah dia.Tetapi mahluk (spirit) yang seorang lagi tetap di sisi Brunton, yang tadi hanya membisu sebagai saksi. Wajah mahluk kedua itu sangat tua, Brunton tidak dapat mengira berapa umurnya. MK (“Mahluk Kedua”) mulai bicara : “anakku, para tertua (Lords) kekuatan rahasia menerima anda. Malam ini anda diajak ke “Ruang Belajar”. Rebahkanlah badan anda!” (Samedi Paul Brunton dilakukan dalam posisi duduk). Brunton merebahkan dirinnya, mematuhi perintah tersebut dirasakannya seolah-olah tubuhnya di berikan obat bius, tubuhnya seperti beku; mula-mula kaki-kakinya terasa dingin bertambah dingin terus. Terasa menjurus ke mati. Hal ini tidak menimbulkan rasa takut pada Brunton, karena dia sudah sejak lama bebas dari rasa takut akan kematian. Pernafasannya tambah lama, tambah lemah. Seluruh tubuh dingin sampai ke dada. Kesadaran alam hanya terasa di kepala. Dirasakannya seperti ada pusaran angin yang membawanya ke suatu lobang kecil, kemudian seperti dilepakan ke ruang angkasa yang tak terbatas : “SAYA BEBAS!” Tak ada kata lain yang bisa diceritakan oleh Brunton. Terasa berdiri sekaligus mengambang. Saya melihat tubuh saya sendiri, tangan-tangan bersidekap, kakinya terbujur. “Apakah saya melihat tubuh saya yang sudah mati?”, demikian Brunton. Tapi ada cahaya halus seperti tali yang masih tetap ada di ruangan itu. Dirasakannya tubuhnya sekarang menjadi sangat ringan.”INILAH KEADAAN MATI ! SAYA MENGETAHUI, BAHWA SAYA ADALAH RUH YANG TETAP ADA SEKALIPUN TERPISAH DARI BADAN ! SAYA PERCAYA SEKARANG DAN SELALU PERCAYA, KARENA SAYA MEMBUKTIKANNYA !” demikianlah kata Brunton tanpa suara.MK (Mahluk Kedua) mendadak mengatakan “Amin, Amin kepada Yang di SURGA, kembali melihat tubuhmu sendiri dan sehatkanlah tubuhmu dalam alam batin; kini selesai. Anda telah menerima pelajaran yang besar, bahwa ruh manusia yang dilahirkan dari sumber yang tidak pernah mati, tidak pernah bisa sungguh-sunguh mati. Katakanlah hal ini dalam bahasa manusia di bumi dan ingatlah !” Pada saat itu, Brunton masih sempat “bertemu” dengan tiga orang yang dikenalnya telah mati menurut ukuran bumi. “Mereka masih tetap hidup seperti juga piramida ini yang tetap hidup menyaksikan kematian separuh penduduk dunia”, demikian kata mahluk pertama (MP) yang mendadak muncul di sebelah Brunton. MP melanjutkan dialognya sebagai berikut : “Anakku ketahuilah, bahwa dalam piramida kuno ini terdapat catatan yang hilang tentang manusia dan tentang perjanjian Suci antara manusia dengan Penciptanya yang dilaksanakan melalui Nabi-Nabi yang besar. Ketahuilah, bahwa manusia yang terpilih, kemari (ke dalam piramida), untuk mengetahui perjanjian suci itu dan agar mereka kembali ketengah manusia dan menjaga agar rahasia itu tetap hidup, berilah peringatan kepada manusia, jika mereka meninggalkan Sang Pencipta dan melakukan kebencian terhadap sesama manusia, akan terjadi peristiwa seperti tenggelamnya benua Atlantis. Bukanlah Sang Pencipta yang menenggelamkan Atlantis, tetapi keserakahan, kekejaman, dan kebutaan spritual mereka sendiri yang terkutuk. Sang Pencipta mencintai semua sedangkan kehidupan manusia diatur oleh hukum yang tidak kelihatan yang ditetapkan oleh-Nya. Bawalah perintah ini kembali ke bumi.”Akhirnya MP mengatakan kepada Brunton : “Semuanya ada waktunya. Anda belum waktunya, nah, karena anda bermaksud baik dan penuh pengertian di hati anda, anda akan memperoleh kepuasan. Marilah ikut aku !”Dr. Paul Brunton merasa di bawa ke jalan yang indah penerangannya. Dirasakannya seperti dalam ruang piramida ada jalan yang indah dengan bentuk rumah yang disinari sinar keliling (Halo). “Jangan menengok kebelakang ! Jangan !” Demikian Peringatan MP Kepada Paul Brunton. Tetapi Paul Brunton merasa “terpaksa” menengok ke belakang, lalu mendadak ada suara :” Belum, Belum waktunya ! ” MP itu menggumam :” Anakku , tidaklah menjadi soal, apakah anda menemukan pintu piramida ini yang masih rahasia. Yang terpenting adalah menemukan pintu rahasia pada diri anda sendiri. Semua catatan dan Rahasia terdapat si dalam alam diri anda. Pelajaran yang diberikan oleh piramida adalah bahwa manusia harus masuk ke dalam dirinya sendiri, harus berusaha menemukan ruhnya sendiri. Memang usaha mengetahui Kedalaman Piramida adalah sambilan saja. Selamat Tinggal !”Dr.Paul Brunton merasa terlebur kembali dengan tubuh pisiknya. Dia melihat arlojinya, jam 24.00 tepat tengah malam !Itulah Pengalaman spritual Dr. Paul Brunton di dalam piramida di Mesir.

Iklan

Perihal Firman™
Saya masih bocah SMP yang haus dengan ilmu pelajaran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: