>PENGARUH MISTERIUS PIRAMIDA (Bagian I)

>

KEKUATAN APAKAH YANG DIHASILKAN PIRAMIDA ???
Melihat pengalaman orang-orang yang rasional di AS tersebut di atas, pasti ada sesuatu sebab yang belum diketahui (secara rasional) tentang piramida. Nah ini kewajiban “orang yang erasional”, (e-rasional = melampui rasional; ir-rational lawan rational). Berdasarkan penghayatan erasional, dapat “diketahui”, bahwa bentuk piramida itu merupakan tempat yang serasi bagi kosmos. Keserasian kosmos menghasilkan terjadinya keseimbangan yang harmonis .

Sekali pun demikian, masih perlu adanya penjelasan yang agak lebih mendalam. Penulis perlu menjelaskan, bahwa bentuk membawa akibat. Seperti bentuk per, membawa akibat bisa mengalihkan aliran air alamiah. Bentuk bulat (bundar) membawa akibat “Tidak habis-habisnya”.

Lebih mudah untuk menjelaskan piramida dengan cara pengetahuan yang sudah lebih populer dalam falsafah Cina, yaitu tentang Yang dan Yin. Di dalam piramida terbentuk keseimbangan yang harmonis antara Yang dan Yin. Oleh karena itu, orang sakit yang disebabkan Yang dan Yin tidak dalam keadaan seimbang, mudahlah sembuh jika sering berada di dalam piramida, seperti darah tinggi, kegemukan badan, kekurusan badan, dan berbagai penyakit metabolisme yang tidak berfungsi baik.

Manusia bukan mesin atau terbentuk dari bahan-bahan kimia melulu. Manusia utuh terdiri dari berbagai aspek; tubuh, emosi, jiwa, ruh dengan masing-masing memiliki dimensinya sendiri-sendiri. Menurut R. Rachmat Setiadiwirja (alm.), penyakit bersumber dari berbagai sebab, yaitu :
Pertama – dari bumi seperti Bakteri, virus, baksil dan sebagainya .
Kedua – pengaruh dari kosmos .
Ketiga – dari dunia gaib (magis) dan
Keempat – warisan, baik warisan yang bersifat fisik maupun yang dari dunia gaib.
Jadi sekalipun gejala-gejala di permukaan bisa sama, namun sebabnya sangat mungkin berbeda.

Marilah kita kembali ke buku The Psychic Power Of Pyramids. Di dalam kongres pertama mengenai “Integrative Medicine” yang disponsori oleh “Academy Of Parapsychology and Medicine” di Arizona (Oktober 1975), Dr. Roy Menninger, Dr. Malcom Todd dan Dr.Hans Selye, sependapat dan bersama-sama menganjurkan kepada dokter-dokter untuk mengobati pasiennya tidak hanya dilihat dari sudut penyakitnya saja, tetapi dilihat dari sudut manusia seutuhnya. Bahkan lebih dari itu, ada dokter-dokter dan awam yang serius menganjurkan untuk juga memperhatikan segi spirituilnya. Kesemuanya itu adalah dari pandangan adanya “Teori satu lapangan” (One Unified-field theory). Teori ini menyatakan bahwa segala sesuatu di alam semesta ini adalah bentuk energi yang mereka sebut kesadaran .

Atas dasar teori itu, maka lapangan ilmu psikologi dan psikomatikologi mendapat dasar baru : kesadaran sebagai titik pusatnya. Disini mulailah titik-temu antara ilmu pengetahuan (yang rasionil) dengan agama. Ini baru awalnya penyelidikan di Barat sedang bergairah ke arah itu. Pada akhirnya keadaan yang demikian menyebabkan ilmu pengobatan memperoleh dasar filsafat yang baru baginya, yaitu bahwa penyakit mempunyai peranan terhadap si sakit dalam rangka perkembangan si sakit sebagai manusia yang utuh.

Di dunia timur bisa diterapkan karma, yaitu bahwa kesehatan dan penyakit merupakan keadaan untuk memenuhi syarat keseimbangan dan pengembangan manusia yang sakit itu untuk mencapai kesempurnaannya. (Catatan th 2000 ini, Barat telah banyak memperhatikan pengaruh karma, Penulis) Di bagian lain buku itu, dikatakan ada indikasi, piramida berpengaruh terhadap manusia di bidang fisik, eteris, astral, pikiran rendah (lower mind), Pikiran tinggi (Higher mind ), Jiwa (Soul) dan spirit (ruh??). Kemungkinan besar bahwa penyakit adalah bentuk luar dari sebab aslinya yaitu spirit. Ahli fisika dari Universitas Stansford, Dr. William Tiller menyatakan : “semua penyakit berasal dari ketidakseimbangan antara tingkat pikiran dan spirit (disharmony between the mind and spirit levels) dengan pola universal dari orang yang bersangkutan. Penyembuhan permanen dan utuh membutuhkan harmoni (keserasian) dengan pola universal yang ada pada tingkat pikiran (mind) dan spirit. Jadi penyembuhan fisik bahkan penyembuhan eteris hanya bersifat sementara, jika ada pola dasar tingkat pikiran dan spirit tetap tidak berubah (dirubah)”. Dalam simposium tentang pengobatan (penyembuhan) yang mengambil tema “Dimension of Healing “(dimensi penyembuhan) tahun1972, Dr. Tiller mengatakan : “substansi-substansi (yang di maksud adalah fisik, eteris, astral, lower mind, higher mind, soul dan spirit) saling memasuki (interpenetrate) dan hubungannya dapat dilihat dari keadaan tubuh kita. Untuk memperagakan tujuh tubuh itu, cobalah pikir dengan mempergunakan tujuh lembar kertas transparan (tembus cahaya) dan gambarlah bulatan – bulatan saling tindih dengan warna yang berbeda, terus menerus di atas ketujuh lembar kertas itu. Kemudian letakkanlah bersama dan lihatlah tumpukan itu, anda akan melihat organisasi substansi pada berbagai tingkat dalam dalam tubuh-tubuh manusia ……” Dan interaksi diantara ketujuh tubuh tersebut dilaksanakan melalui mind (pikiran). Demikianlah rupa-rupanya yang menjadi perhatian para ahli. Sekarang kita akan melihat yang sudah dipraktekkan mengenai piramida dan pengaruhnya untuk penyembuhan.
PENYEMBUHAN – PENYEMBUHAN DI BAWAH PIRAMIDA
Pengalaman penyembuhan pertama dialami sendiri oleh penulis buku tersebut di atas, Ed Petit. Untuk meghilangkan keraguan pembaca, Ed Petit mendapat ijin untuk menyiarkan pula nama dokter yang mengobatinya secara ilmu kedokteran, yaitu Dr. W.E. Dalton.
Peristiwanya sebagai berikut : Waktu Ed Petit sedang menggergaji (dengan gergaji bundar), tangan kanannya tergergaji , sehingga penghubung (joints) dua jari tengahnya harus di buang. Secara panjang lebar di tulis pula isi “Operation Records” dari Rumah sakit, umpamanya di beri betadine. Di bawah sinar X-rays diketahui : bahwa phalanges, akhir tulang ujung dua buah jarinya serta tendonsinya terurai. Kemudian Ed Petit megambil inisiatif sendiri; meletakkan tangannya yang rusak demikian itu setiap malam satu jam bawah piramida yang terbuat dari kardus selama dua malam saja; kemudian ke dokter untuk diperiksa lagi. Pada waktu itu, jari tengahnya hitam lekam dan dinasehatkan di potong saja / di buang saja. Sedangkan satunya lagi masih bisa dialiri darah. Ed Petit melanjutkan meletakkan tangannya tiap malam di bawah piramida. Lima hari kemudian, pembalutnya di buka, dan mengherankan karena ujung jari masih agak hitam, tetapi tubuh jarinya sudah agak berubah warna agak kemerahan (pink). Seminggu sesudah itu, jari tersebut normal kembali.
(Baca pengalaman dalam negeri).

Komentar Dr.Dalton menyatakan adanya penyembuhan dengan cara akselerasi. Kemudian dicatat pula pengalaman orang-orang lain seperti sakit punggung yang disebabkan kecelakaan.

Jo Novak denikian nama orang tersebut menyatakan, bahwa setelah berada empat puluh menit di dalam piramida, sakitnya hilang, dapat tidur dengan nyenyak sesudah itu.

Tom Garret menceritakan pengalaman tentang tumitnya kakinya yang patah; mula-mula dirasakan rasa sakitnya meningkat ketika baru mulai masuk piramida, selama kira-kira dua puluh menit rasa sakitnya berangsur berkurang itu sejalan dengan detak jantungnya. Selama dua jam selanjutnya Tom tidur dalam piramida tersebut. Selanjutnya berangsur sembuh.

Seorang wanita, Edith Sayre Amstrong, menulis pengalamannya dalam surat kabar “The Arizona Daily Star” mengutip Norris “Piramida bukan main ! Setelah kosmetik saya diletakkan di bawah piramida dan saya pergunakan, maka kerutan-kerutan di muka saya hilang!”.

Ada lagi yang bagian dalam mulutnya terasa sakit terus menerus. Setelah air diletakkan di bawah piramida selama tiga puluh hari dan air itu dipergunakan untuk kumur, mula-mula terasa sakit, tetapi kemudian sakitnya berangsur-angsur hilang. Dan itu hanya kumur pagi dan sore selama satu hari saja. Berbagai contoh penyembuhan masih diberikan seperti patah tulang kaki; sakit kepala yang terus menerus; ketegangan; sinus; psiriasis pada tangan dan leher belakang.
Juga pengaruh piramida menghilangkan rasa- capai; menghilangkan tidak bisa tidur(insomnia) dan macam – macam lagi. Dalam buku tersebut banyak sekali penyakit yang dapat disembuhkan berdasarkan data yang dicatat.

Ada satu lagi yang patut dikemukakan tentang pengalaman perbaikan anak-anak yang terbelakang (retarded children). Thomas Thompson dari Vancouver Kanada adalah penyembuhan alam (istilah kita : dukun). Dia dimintai tolong untuk membantu “memajukan” anak-anak terbelakang. Thomas mempergunakan dua alat piramida yang besar dan cone (bentuknya seperti topi kuncung). Cone tersebut digantung dalam ruangan yang atasnya diberi piramida yang besar. Diluar dugaannya, sesudah tiga puluh hari, anak -anak terbelakang itu, mengalami perbaikan-perbaikan, bahkan ada orang tuanya yang segera minta anaknya di bawa pulang, karena sudah “maju”.
Selain terhadap manusia, di Amerika juga diselidiki pengaruh piramida terhadap binatang, tumbuh-tumbuhan, dan cairan seperti air, susu, serta anggur. Semuanya menghasilkan hal yang positif untuk kebaikan manusia.

APAKAH ADA BAHAYA PENGARUH PIRAMIDA ?
Dalam buku The Psychic Power of Pyramids tidak disebut tentang adanya pengalaman yang membahayakan subjek di bawah piramida .Tetapi berdasarkan pengetahuan yang penulis peroleh dari “alat yang erasional yang terdapat dalam diri manusia sendiri”, ternyata ada juga bahaya pengaruh piramida, yaitu mengenai “dosis waktu” untuk seseorang yang berbeda- beda. Kalau dikenakan kepada tanaman umpamanya, ada yang akan “terbakar” menjadi layu, tetapi ada juga yang menjadi segar, jika berada di bawah piramida. Tetapi untuk manusia dapat dicegah dengan cara begini : jika anda duduk atau tidur di dalam piramida dan merasa gelisah atau mendapatkan rasa sakit yang terus menerus tanpa henti-hentinya sebaiknya anda segera keluar dari piramida itu ! Kemungkinan demikian tidak besar, karena berdasarkan “pengetahuan” diketahui, bahwa piramida membuat keseimbangan dalam tubuh manusia. Oleh karena itu, tidak ada salahnya anda juga membuat dan duduk-duduk di dalamnya atau tidur untuk waktu-waktu tertentu. Bukankah BOROBUDUR pada hakekatnya juga berbentuk piramida ? Juga rumah-rumah kuno di Jawa berbentuk atap joglo = piramid.

BAGAIMANA MEMBUAT PIRAMIDA ?
Pertama bahannya. Sebaliknya dari bahan kayu atau plastik atau kardus (juga tekstil), tetapi jangan dari logam. Jika anda orang yang termasuk sabar, buatlah dengan ukuran dasar sebagai berikut :
Ambillah satu ukuran tertentu mengenai panjang dasarnya.
Kemudian dibuat sebagai berikut : dasarnya di kalikan 0,636009825 adalah tingginya.
Dasarnya dikalikan 0,8090169945 adalah panjang dari satu sisi diukur dari garis-tengah dasarnya ke titik puncak.
Dasarnya dikalikan 0,9510565165 adalah satu sisi diukur dari satu pinggirannya menuju ke titik – puncak (apex).
Itulah ukuran yang paling tepat. Tetapi tidak setepat itupun, sama saja, demikianlah keterangan dalam buku itu. Yang perlu diperhatikan adalah “syarat” bahwa satu sisi (bukan pinggirnya) harus menghadap ke utara menurut kompas.
Penulis bersedia untuk menjawab pertanyaan sekitar piramida berdasarkan buku yang ada pada penulis dan juga atas dasar pengalaman penulis pribadi sendiri maupun teman-teman yang pernah ada di bawah piramida buatan penulis sendiri. Sebaliknya penulis mengharapkan, jika anda membuat dan mengalaminya sendiri atau pengalaman teman-teman yang pernah ada di bawah piramida buatan penulis sendiri. Sebaliknya penulis mengharapkan, jika anda membuat dan mengalaminya sendiri atau pengalaman teman-teman anda di piramida anda, agar menulis kepada penulis dengan alamat : plbhadi@gmail.com
Mungkin pula kita mengadakan klub Piramida Indonesia seperti halnya di luar negeri. Semoga anda tetap sehat dengan biaya yang murah.

 

Iklan

Perihal Firman™
Saya masih bocah SMP yang haus dengan ilmu pelajaran

2 Responses to >PENGARUH MISTERIUS PIRAMIDA (Bagian I)

  1. irwantoadi says:

    weh, perlu dicoba..ni..

    • anto m majid says:

      tapi kita harus lebih memuji kekuatan dan kebesaran allah karena tdk ada satupun kekuatan yg bisa menandingi kekuatan melainkan kekuatannya yaitu allah subahana wataala

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: